Semua panduan

Penulisan CV

Cara Menulis Pengalaman Kerja di CV agar Lebih Meyakinkan

Pelajari cara menulis pengalaman kerja, magang, PKL, freelance, dan organisasi dengan deskripsi yang ringkas serta relevan.

Ditulis oleh Tim Langkah Karier6 menit baca

Pilih pengalaman yang mendukung posisi tujuan

Pengalaman di CV tidak harus terbatas pada pekerjaan tetap. Magang, PKL, freelance, proyek, organisasi, dan kegiatan relawan dapat dipakai bila menunjukkan keterampilan yang relevan dengan posisi tujuan.

Prioritaskan pengalaman yang paling kuat dan baru. Jika pengalamanmu cukup banyak, ringkas pengalaman lama yang tidak lagi mendukung arah kariermu.

Tuliskan identitas pengalaman secara konsisten

Sebutkan posisi, nama perusahaan atau organisasi, jenis pengalaman, serta periode mulai dan selesai. Informasi ini memberi konteks sebelum recruiter membaca uraian pekerjaanmu.

  • Posisi atau peran yang dijalankan.
  • Nama perusahaan, organisasi, atau klien.
  • Jenis pengalaman, misalnya pekerjaan tetap, kontrak, magang, PKL, atau freelance.
  • Periode dalam format bulan dan tahun yang konsisten.

Gunakan pola tindakan, tugas, dan dampak

Awali poin dengan kata kerja yang spesifik, lalu jelaskan apa yang dikerjakan dan mengapa pekerjaan itu penting. Tambahkan hasil jika kamu memiliki data yang dapat diverifikasi.

Contoh: Mengelola kalender konten untuk tiga kanal media sosial dan meningkatkan konsistensi publikasi dari dua menjadi lima konten per minggu. Kalimat ini menjelaskan tindakan, lingkup, dan perubahan yang dihasilkan.

Bagaimana jika belum punya pencapaian berbentuk angka?

Tidak semua pekerjaan memiliki hasil berupa persentase atau pendapatan. Kamu tetap bisa menjelaskan volume pekerjaan, frekuensi, kompleksitas, pihak yang dilayani, alat yang digunakan, atau perbaikan proses.

  • Jumlah dokumen, pelanggan, proyek, acara, atau anggota tim yang ditangani.
  • Sistem, metode, dan perangkat yang digunakan.
  • Peranmu dalam kolaborasi atau penyelesaian masalah.
  • Standar kualitas, ketepatan waktu, atau konsistensi yang berhasil dijaga.

Hindari uraian yang terlalu umum

Kalimat seperti “bertanggung jawab atas administrasi” belum menjelaskan kemampuanmu. Berikan konteks: dokumen apa yang dikelola, untuk siapa, menggunakan alat apa, dan bagaimana hasilnya digunakan.

Setelah selesai, baca setiap poin dan tanyakan apakah recruiter dapat memahami kontribusimu tanpa mengetahui kondisi internal tempat kerja. Jika belum, tambahkan konteks yang diperlukan tanpa membocorkan informasi rahasia.